DUA SIFAT MANUSIA PERUSAK BISNIS

Bismillahirrahmanirrahim

Ada apa dengan sifat manusia yang satu ini sehingga bisa merusak bisnis, disini ada dua sifat manusia sebagai perusak bisnis, ini sering terjadi dikalangan orang-orang atau bisa jadi kita sendiri yang mempunyai kedua sifat perusak bisnis, kedua sifat itu adalah

  • Manusia jahat, penghianat, penipu tapi ulet
  • Manusia yang amanah, ngaji, pinter, jujur tapi gampang pesimis

Ada banyak masalah yang sering kali kita salah pahami, dalam bisnis selain ada tekad, kemauan, tawakal, ada juga aspek lain yaitu kepercayaan. Seringkali kepercayaan itu lebih penting dari sekedar modal, uang, keahlian, ataupun yang lainnya.

Ketika komitmen untuk berusaha yang halal, berusaha yang barokah, seringkali kita terjerembab pada mudah patah arang, mudah pesimis, mudah menyerah. saya tidak mau hutang pakai bank, terus.., udahlah cukup segini saja ini namanya mudah patah arang. Tidak pakai bank itu bukan berarti selesai, tutup, mudur, tidak.. Masih ada cara-cara lain tanpa harus pakai bank.

Saya tidak mau pakai bank tapi saya tetap akan ambil bisnis ini, saya akan tetap jalankan, bagaimana.. disinilah yang dikatakan tawakal. Modal kurang tapi nekat berani iya, masih banyak alternatif yang halal, masih banyak cara yang halal. Karena itu jangan dipahami bahwa kalau orang itu sudah tawakal kemudian mudah mundur, ini salah persepsi, salah paham.

Adil, amanat, halal, kemudian mengikuti aturan syariat tapi juga ulet ini yang langka. Banyak orang amanah tapi gampang mundur, gampang menyerah. Banyak orang ulet, pantang mundur tapi culas, luar biasa tidak amanat.

Ini mayoritas di masyarakat satu dari dua ini, orangnya amanat tapi tidak ulet, tidak profesional. Orangnya culas tapi luar biasa ulet kerjanya bagus, berjibaku dia kalau kerja. Ini fenomena, seringkali kita satu dari dua itu.

Dua hal ini yang harus kita luruskan, kita harus amanat, bisa dipercaya, bertanggung jawab tapi juga ulet, ini yang harus kita usahakan. Jadi ketika kita berbicara alternatif yang syar’i itu dibutuhkan keberanian, dibutuhkan keuletan, dibutuhkan kesungguhan dalam menerapkannya.

” kita harus amanat, bisa dipercaya, bertanggung jawab tapi juga ulet, ini yang harus kita usahakan”

Demikian semoga bermanfaat

@ Yogyakarta, Kota Istimewa, 11 Oktober 2019

Penyusun : Wildan Miladani

Artikel pondokentrepreneur.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *